Manado, Narasione.com- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar kegiatan matrikulasi bersama jurnalis di Sulawesi Utara, Rabu (19/8/2026), di Whiz Prime Hotel Manado.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman jurnalis terhadap isu pemberantasan korupsi, khususnya dalam melihat praktik korupsi tidak hanya dari sisi penindakan, tetapi juga aspek pencegahan.
Dalam matrikulasi tersebut, Analis Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi pada Direktorat Gratifikasi dan Pelayanan Publik KPK, Hafidha Rifqiyah, hadir sebagai narasumber.
Hafidha membawakan materi mengenai gratifikasi dengan tema “Gratifikasi Akar Korupsi”. Materi tersebut menempatkan gratifikasi sebagai salah satu persoalan penting yang perlu dipahami secara utuh, terutama karena berkaitan dengan penyelenggara negara dan pelayanan publik.
“Pentingnya memahami gratifikasi secara tepat agar masyarakat maupun insan pers dapat membedakan pemberian yang memiliki konsekuensi hukum dengan pemberian yang berada dalam batas kewajaran, “ ujar Hafidha
Lebih lanjut, Hafidha mengatakan jika praktik gratifikasi kerap berlangsung dalam relasi antara pemberi dan penerima yang tidak selalu terlihat secara langsung. Karena itu, kemampuan jurnalis membaca indikasi, menelusuri informasi, serta menguji fakta menjadi bagian penting dalam menghasilkan pemberitaan mengenai dugaan korupsi.
Matrikulasi KPK bersama jurnalis Sulawesi Utara juga membuka ruang pertukaran pengetahuan mengenai isu-isu antikorupsi. Media dinilai memiliki posisi strategis dalam menyampaikan informasi sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap penyelenggaraan pemerintahan.
Kehadiran Hafidha sebagai narasumber memberikan perspektif khusus mengenai gratifikasi dan kaitannya dengan upaya pencegahan korupsi. Materi tersebut diharapkan dapat memperkaya kapasitas jurnalis dalam mengidentifikasi persoalan antikorupsi yang terjadi di tengah masyarakat.
“Kepada seluruh jurnalis, pemahaman yang kuat terhadap substansi korupsi menjadi modal penting agar pemberitaan tidak sekadar menyoroti siapa yang ditangkap atau diproses hukum. Lebih jauh, media dapat mengungkap pola, potensi konflik kepentingan, serta celah yang memungkinkan praktik korupsi terjadi,” jelasnya.
Kegiatan matrikulasi ini sekaligus memperkuat hubungan antara KPK dan insan pers di Sulawesi Utara dalam membangun ekosistem informasi publik yang transparan, kritis, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. (Ficky)












