Manado,Narasione.com– Momentum kerja sama antara Sulawesi Utara dan Jepang memasuki babak baru. Bertempat di kediaman dinas Wisma Negara Bumi Beringin, Rabu (11/2), Gubernur Sulut didampingi Ketua TP-PKK Sulut menjamu delegasi PT Indonesia Nippon Anugerah (INA) guna membahas langkah konkret pasca-kunjungan kerja ke Negeri Sakura beberapa waktu lalu.
Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut dihadiri langsung oleh perwakilan INA Grup, Ken Hayama dan Romi Candra. Kedatangan mereka membawa misi besar: menyelaraskan potensi lokal Sulawesi Utara dengan kebutuhan pasar dan teknologi Jepang.
Lima Pilar Transformasi Ekonomi
Dalam dialog tersebut, PT INA memaparkan peta jalan investasi yang mencakup sektor-sektor krusial bagi Bumi Nyiur Melambai:
- Peningkatan Kualitas SDM: Membuka keran pengiriman tenaga kerja terampil melalui jalur Internship, Magang, hingga skema Tokutei Ginou.
- Akselerasi Ekspor Perikanan: Menjadikan lobster sebagai komoditas unggulan yang siap menembus pasar internasional.
- Optimalisasi Mineral: Pengelolaan sumber daya emas yang lebih terintegrasi.
- Revitalisasi Pariwisata & Investasi: Mengundang arus modal asing untuk memperkuat daya tarik wisata Sulut di kancah global.
Investasi pada Manusia
Gubernur memberikan catatan khusus mengenai pengembangan sumber daya manusia. Bagi beliau, kerjasama ini bukan sekadar urusan ekonomi, melainkan investasi jangka panjang bagi pemuda Sulut.
”Prioritas kami adalah membuka pintu seluas-luasnya bagi generasi muda untuk menyerap ilmu di Jepang. Bukan hanya soal pekerjaan, tapi soal transfer teknologi dan etos kerja agar tenaga kerja kita semakin kompetitif dan mandiri,” ungkapnya.
Langkah ini mempertegas posisi Sulawesi Utara sebagai provinsi yang progresif dalam membangun jejaring internasional demi kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput.(Ficky)


















