Manado, Narasione.com – Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI), Andi Amran Sulaiman, menunjukkan sikap tanpa kompromi saat melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di lokasi pembibitan kelapa CV Angin Utara, Bengkol, Kecamatan Wori, Kota Manado, Jumat (1/5/2026).
Dalam sidak yang didampingi langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay tersebut, Mentan menemukan sejumlah kejanggalan serius terkait kualitas dan kuantitas bibit yang akan disalurkan kepada petani.
Mentan Amran menegaskan bahwa sidak ini merupakan perintah langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto untuk mengawal anggaran sebesar Rp9,95 Triliun yang dialokasikan khusus untuk pembibitan dan pengembangan komoditas perkebunan di seluruh Indonesia.
“Bapak Presiden memerintahkan kami untuk menanam kelapa, tebu, pala, lada, mente, kakao, hingga kopi. Kita harus kawal bersama. Sayangnya, di lokasi ini kami temukan bibit yang tidak layak dan jumlah kuantumnya tidak sesuai data. Saya meminta kepolisian dan kejaksaan untuk memeriksa hal ini,” ujar Amran dengan nada tegas.
Ia menambahkan bahwa kementeriannya tidak mencari-cari kesalahan, namun menjalankan fungsi pelayanan masyarakat secara jujur. Mentan juga memperingatkan jajarannya agar tidak hanya mengejar pencitraan.
“Apabila ada bawahan saya yang menyimpang, akan saya pecat. Bukan dimutasi atau diberi peringatan, tapi langsung pecat. Kemarin bahkan ada direktur yang saya kirim ke penjara karena terbukti bersalah,” tegasnya.
Kekecewaan Mentan memuncak saat mengetahui Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) serta jajaran direktur terkait jarang turun ke lapangan untuk memantau kualitas bibit di Manado. Ia memastikan akan mengambil tindakan tegas di internal kementerian guna memperbaiki sistem penyaluran bibit nasional.
Meski bersikap keras terhadap penyimpangan, Mentan Amran memberikan apresiasi tinggi terhadap etos kerja Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Ia menilai sinergitas antara Gubernur Yulius Selvanus, Wagub Victor Mailangkay, Pangdam, hingga Walikota sangat luar biasa dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Sebagai bentuk apresiasi atas pemerintahan yang dinilai rajin dan responsif, Mentan langsung menyetujui permintaan penambahan lahan jagung untuk Sulawesi Utara.
“Karena Pak Gubernur, Pak Wagub, Pangdam, dan Walikotanya rajin, saya silakan minta lagi. Tadi minta jagung 15 ribu hektar, langsung saya setujui. Pemerintah yang bekerja nyata harus kita dukung penuh,” ungkap Amran.
Kunjungan ini diakhiri dengan instruksi agar seluruh bantuan yang telah disalurkan segera diambil alih pengawasannya oleh pemerintah setempat untuk memastikan manfaatnya benar-benar sampai ke tangan petani tanpa adanya potongan atau penurunan kualitas. (Ficky)











