Transformasi Nyata Yulius Selvanus: Fondasi Ekonomi Sulut Kini Kokoh, Ketimpangan Berhasil Dipangkas!”

Manado471 Dilihat
banner 468x60

​Manado, Narasione.com – Di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) justru menunjukkan performa yang tangguh sepanjang tahun 2025. Di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, Bumi Nyiur Melambai sukses mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang signifikan disertai perbaikan indikator kesejahteraan sosial masyarakat.

​Dominasi Sektor Industri dan Ekspor

banner 336x280

​Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulut tahun 2025 menyentuh angka Rp 204,75 triliun (harga berlaku). Secara kumulatif, ekonomi daerah ini melaju di angka 5,66 persen, melampaui capaian tahun sebelumnya.

​Dua mesin utama yang menggerakkan pertumbuhan ini adalah:

​Sektor Produksi: Industri pengolahan mencatat kenaikan tertinggi sebesar 9,97 persen.

​Sektor Pengeluaran: Ekspor ke luar negeri melonjak drastis hingga 28,42 persen, membuktikan kualitas komoditas lokal Sulut semakin kompetitif di pasar internasional.

​Memasuki penghujung tahun (Triwulan IV-2025), tren positif ini semakin menguat dengan pertumbuhan 5,95 persen (y-on-y). Menariknya, sektor pariwisata dan kuliner melalui kategori Akomodasi dan Makan Minum menjadi “bintang” dengan lonjakan sebesar 20,67 persen.

​Pasar Kerja Menguat, Pengangguran Menyusut

​Geliat ekonomi ini berdampak langsung pada sektor ketenagakerjaan. Hingga November 2025, jumlah penduduk yang bekerja di Sulut mencapai 1,35 juta orang.

​Kabar baiknya, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berhasil ditekan hingga ke level 5,78 persen. Kualitas lapangan kerja juga menunjukkan tren positif dengan porsi pekerja formal yang kini mencapai 46,93 persen, memberikan stabilitas pendapatan yang lebih baik bagi warga.

​Pemerataan Kesejahteraan dan Penurunan Kemiskinan

​Tidak hanya sekadar angka pertumbuhan, aspek keadilan sosial juga mengalami kemajuan. Angka kemiskinan di Sulawesi Utara per September 2025 turun menjadi 6,62 persen. Di wilayah perkotaan, angka ini bahkan menyusut hingga 3,95 persen.

​Indeks ketimpangan atau Gini Ratio juga melandai ke angka 0,341. Hal ini sinkron dengan standar Bank Dunia yang menunjukkan bahwa kelompok masyarakat 40 persen terbawah kini memiliki porsi pengeluaran yang lebih besar, yakni hampir 19,90 persen.

​Komitmen Pembangunan Inklusif

​Menanggapi rapor hijau ini, Gubernur Yulius Selvanus mengingatkan seluruh jajaran pemerintah dan pemangku kepentingan untuk tetap waspada dan tidak berpuas diri.

​”Pertumbuhan kita sudah di jalur yang tepat. Namun, tantangan ke depan adalah memastikan manfaat ekonomi ini benar-benar terdistribusi secara merata hingga ke pelosok desa,” tegas Yulius.

​Ia menekankan bahwa sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat menjadi kunci utama agar fondasi ekonomi yang kokoh ini dapat berlanjut secara berkelanjutan di tahun 2026.(Ficky)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *